5 Kiat Mengendalikan Rasa Takut!

Mengendalikan rasa takut
art vector by redgreystock

RASA TAKUT merupakan hal yang manusiawi. Namun, ketakutan akan memiliki dampak buruk kalau-kalau udah mengganggu kehidupan kita sebagai manusia. Artinya harus bisa mengendalikan rasa takut.

Memang, rasa takut itu wajar ketika akan menghadapi sesuatu. Baik itu hal baru atau sesuatu yang dianggap menyeramkan. Misal, takut dengan keberadaan hantu atau hal-hal yang sifatnya subjektif.

Rasa takut sendiri punya dua tahapan tersendiri. Dilansir dari Halo Sehat, dua tahap ketakutan tersebut yakni biokimia dan reaksi emosional.

Ketika kita merasa takut, tubuh akan melepaskan banyak sekali hormon stres adrenalin. Akibatnya, fisik akan mengeluarkan keringat dan jantung berdegup kencang.

Seperti misal ketika kita akan mencoba atau melakukan hal baru. Atau hal umum lainnya seperti harus presentasi di muka umum. Hal tersebut akan memicu rasa takut dan gugup. Alhasil kita harus mengendaliksn rasa takut tersebut.

Hal-hal seperti itu wajar karena semua orang pasti mengalaminya. Akan tetapi, ketika rasa takut udah menjadi momok bahkan mengganggu aktivitas sehari-hari mungkin udah saatnya untuk ke dokter spesialis, ya!

Kiat-Kiat Mengendalikan Rasa Takut!

Aku dan kamu-kamu pasti pernah berada di posisi ingin mencoba, tetapi takut gagal. Akhirnya hal tersebut malah membuat kita melewatkan kesempatan.

Kita juga pasti pernah melewati banyak sekali kesempalan karena takut gagal dan takut enggak bisa menghadapinya. Nah, perasaan seperti ini sebenarnya bagus.

Bagus kalau jadi bahan instrospeksi diri untuk kemudian mengusahakannya dengan cara menjadi lebih baik. Namun, akan menjadi enggak bagus kalau-kalau malah bikin enggak mau melangkah dan enggak mau mencoba.

Kalau takut mencoba, lantas bagaimana cara mengatasinya, ya? Nah, kali ini aku akan kasih kiat-kiat mengendalikan rasa takut!

1. Berpikiran Positif

Pola pikir yang positif juga penting untuk mengendalikan raea takut. Namanya proses akan selalu ada up and down-nya. Enggak ada proses yang mudah.

Begitu pun dalam mencoba hal baru. Awalnya akan ada rasa takut karena kita belum pernah berada di posisi tersebut. Nah, bukankah untuk mengetahuinya kita harus mencobanya lebih dulu?

Sebelum itu kita harus punya pikiran yang positif. Akan selalu ada pikiran buruk yang menjatuhkan dan menghambat. Dan itu asalnya dari diri sendiri.

Mulai sekarang coba ubah dari frasa enggak bisa menjadi aku pasti bisa, aku enggak layak menjadi aku berhak dan layak untuk mencobanya, takut menghadapi kegagalan menjadi siap menghadapi kegagalan.

Ya, Najwa Shihab sendiri pernah mengatakan kalau gagal itu penting karena di situ akan nemicu keberhasilan. Ingat, ya, ada usaha pasti ada kegagalan.

Kegagalan itu bukan hal yang buruk kok kalau kita mau berpikir positif. Sebab, perkembangan akan selalu butuh kegagalan buat dipelajari, kan?

2. Membayangkan Skenario Terburuk

Yups, ternyata skenario terburuk juga dibutuhkan, loh! Namun, kiat satu ini harus diterapkan dengan amat bijak. Dalam artian, tujuannya harus jelas.

Membayangkan hal buruk di sini bukan berarti harus berpikir negatif, melainkan jadi salah satu pikiran positif. Misalkan, membayangkan hal buruk akan terjadi ketika mencoba suatu hal.

Sebagai contoh, kita ditawari kerjasama. Selain mencoba untuk meyakinkan diri bahwa kita mampu, kita juga membayangkan bagaimana kalau tiba-tiba nanti terjadi masalah internal antara kedua belah pihak?

Nah, dalam hal ini, kita harus mempersiapkan diri kalau-kalau hal buruk itu terjadi. Sehingga ketika terjadi betulan, kita bisa dengan mudah mengendalikan rasa takut.

Bukan berarti kita berdoa skenario terburuk itu akan terjadi, ya, haha! Kita enggak pernah tau masa depan akan seperti apa.

Jadi, tujuannya adalah untuk mempersiapkan diri, bukan untuk menyakiti diri bahkan sampai enggak mau mencoba. Sebab, akan selalu ada pelajaran di balik hal yang enggak sesuai tersebut, kan?

3. Menerima Kenyataan

Kadang kalau hidup mulus-mulus aja, suka ngerasa curiga enggak sih? Haha. Akibat udah terlalu sering mengecap asam garam kehidupan, tiba-tiba ada rasa manis langsung merasa, “Hm, ada apa ini?”

Secara enggak sadar, kalau kita udah ada di posisi itu, artinya kita udah bisa menerima kenyataan. Dengan begitu kita pun bisa menghadapi ketakutan yang ada.

Sebab, dengan menerima kenyataan, percaya deh, rasa takut yang kita kendalikan akan terasa lebih mudah dan kita lebih siap.

Memang, takdir yang terjadi kadang-kadang enggak bisa kita kendalikan. Akan tetapi, bukan bararti kita enggak bisa melaluinya, kan? Dan untuk melaluinya, ada rasa takut yang harus dikendalikan.

4. Mengidentifikasi Pemicunya

Dari Mental Health Foundation, agar rasa takut dapat dilendalikan, ada baiknya untuk lebih dulu kita ketahui nih pemicunya. Hal apa-apa aja yang bikin kita merasa takut?

Kemudian, identifikasi dengan cara menulis catatan harian. Hal ini bertujuan untuk mengetahui sesuatu apa yang menjadi pemicu rasa takut kita?

Selain itu dengan menuliskan catatan tersebut, kita bisa merancang target-target yang harus dilakukan kalau-kalau sesuatu yang ditakutkan itu datang lagi.

5. Menghadapi Rasa Takut

Pada akhirnya, kiat paling dekat adalah, ya, dengan menghadapi rasa takut itu sendiri. Untuk mengendalikan sesuatu, bukankah kita harus mengenali bahkan menghadapi sesuatu tersebut?

Intinya adalah kita mesti berdamai dengan ketakutan tersebut. Untuk mengetahui apa kita udah berhasil mengendalikannya, ya, kita harus mencoba untuk menghadapinya.

Sebab, enggak mungkin, kan, kita terus-menerus menghindari rasa takut? Kalau begitu, artinya kita dikendalikan oleh rasa takut kita sendiri. Fatalnya, membuat kita jadi enggak berkembang.

Melawan rasa takut
art vector by pch.vector

Nah, itu dia kiat-kiat yang bisa dilakukan supaya rasa takut bisa dikendalikan. Selain itu, karena adanya reaksi emosional dari rasa takut, kita bisa belajar untuk mengolah emosi tersebut.

Maksudnya, ketika rasa takut datang, coba untuk tenangkan diri. Yakinkan pada diri kalau kita bisa melaluinya dan layak untuk berada di sana. Atur napas secare perlahan dan temukan ketenangan diri.

Enggak semua hal harus dicoba kok. Selama itu positif dan sesuai dengan apa yang kita suka, kenapa enggak? Kita enggak pernah tau, kan, kesempatan mana yang bakal mewujudkan impian kita?

Satu hal yang pasti bahwa kita pasti akan menghadapi rintangan. Kita akan terbebas dari rasa takut ketika kita mau melangkah untuk menghadapi rintangan tersebut.

Jadikan rasa takut sebagai pemicu dan ajang persiapan diri. Bersiaplah menjadi diri yang lebih baik dan penuh perkembangan!

Jadi, apakah kamu-kamu udah siap untuk mengendalikan rasa takut dan menjadi si pemberani?


Next Post Previous Post
13 Comments
  • Ayah Ugi
    Ayah Ugi 29 Januari 2023 pukul 11.37

    Membayangkan skenario terburuk ga menambah takut nih, Kak? Tapi mungkin dengan begitu jadi menerka-nerka apa yang akan terjadi kalau takut ya.

  • Fela Khoirul
    Fela Khoirul 29 Januari 2023 pukul 12.09

    Aku suka takut dalam menghadapi situasi baru, tapi biasanya dibikin kalem gitu. Terus kayak berandai-andai tentang hal yang mungkin terjadi. Emang sih bikin makin was-was, tapi ini worth banget buat mempersiapkan diri.

  • Maftuha
    Maftuha 29 Januari 2023 pukul 14.30

    Bener banget. Rasa takut juga perlu banget dikendalikan. Menjadi orang yang penakut bisa juga menyebabkan orang itu tidak mau upgrade diri. Tidak mau mencoba hal baru, selalu insecure. Oleh karenanya dikendalikan sehingga rasa takyt yang dimiliki adalah rasa takut yang wajar2 saja

  • thia
    thia 29 Januari 2023 pukul 15.27

    Nice tip kak. Kadang2 karna rasa takut jadi bikin kita mikir dua kali untuk melangkah. Tapi kalau sudah ditaklukkan, pada akhirnya membukakan jalan.. semangat

  • Perahu Kertas
    Perahu Kertas 29 Januari 2023 pukul 15.29

    Dulu, aku takut banget yang namanya berbicara di depan umum. Alhasil ku paksa terus berbicara di depan umum seperti kiat nomor 5. Sekarang malah ngisi di depan umum. Gubrakkk :D

  • eva
    eva 29 Januari 2023 pukul 17.06

    Aku takut ketinggian dan sampe sekarang masih. Walau sudah berulangkali kulawan tetap aja gemetaran kalo berada di tempat tinggi.

  • Dyah Kusuma
    Dyah Kusuma 29 Januari 2023 pukul 20.36

    betul banget nih, rasa takut harus dikendalikan dan harus dihadapi, kalau ga dihadapin kita sendiri kok yang rugi

  • Heni Hikmayani Fauzia
    Heni Hikmayani Fauzia 29 Januari 2023 pukul 21.29

    Saya suka penasaran kalau lihat film hantu-hantu. Tapi abis itu suka takut sendiri. Gimana yaa kalau menghalau rasa takut yang model begini? hehe..gak ditonton penasaran..ditonton jadi takut sendiri...

  • Siti Nurhayati
    Siti Nurhayati 29 Januari 2023 pukul 22.03

    Tiap malem terbayang-bayang sesuatu yang akan terjadi saat kita melakukan A atau B keesokan harinya, apalagi kalau ada event atau kerjaan, makin kepikiran. Makasih ya tipsnya, entar aku coba

  • Elin DS
    Elin DS 29 Januari 2023 pukul 22.05

    Takut dan tidak PD beda ya. Kalau bicara di depan umum kalau saya nggak pd buka takut. Tapi, memang rasa takut perlu dikendalikan. Saya biasanya memilih istighfar dan berdoa seingat saya untuk menetralkan rasa takut yang datang.

  • Sarieffe
    Sarieffe 29 Januari 2023 pukul 23.55

    Bener banget, untuk mengatasinya emang perlu mengetahui penyebabnya dulu. Ada sih, orang yang punya rasa takut tapi dia enggak tahu takut sama apa. Kayak ada rasa takut hantu, ketemu orang, berbicara di depan orang banyak tapi enggak tahu kenapa dan darimana ketakutan itu muncul.

  • Silvana Devinta
    Silvana Devinta 30 Januari 2023 pukul 12.37

    Saya takut hantu dan horor sih. Cuma makin lama makin meyakinkan diri kalo yang perlu ditakuti itu cuma Allah dan jin plus hantu2 itu selalu berusaha membuat manusia takut padanya padahal ngga worthy sama sekali. Nah ini sugestinyang sedang daya bangun terus-menerus. So far belum sukses sih...tapi palimg ngga jadi ngga terlalu parno

  • Suzuhiinada
    Suzuhiinada 31 Januari 2023 pukul 10.32

    Kalau takut sama parno itu sama atau gak ya? Soalnya aku suka jadi parno setelah nonton horor

Add Comment
comment url